BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka mempercepat akses keuangan di wilayah Kalimantan Tengah, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Tahun 2025.
Acara tersebut berlangsung di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, dengan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan penting di daerah.
"Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, serta lembaga jasa keuangan," kata Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz pada Jumat, 18 April 2025.
Dalam rapat tersebut, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mewakili Gubernur Kalimantan Tengah memberikan sambutan. Selain itu, seluruh Bupati dan Walikota atau yang mewakili, Direktur Kepatuhan PT BPD Kalimantan Tengah, serta Pemimpin Lembaga Jasa Keuangan di Kota Palangka Raya turut hadir bersama anggota TPAKD dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Primandanu Febriyan Aziz menegaskan bahwa akses keuangan yang lebih inklusif dapat memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini kurang terlayani.
"Kolaborasi erat antara OJK dan pemangku kepentingan akan mempermudah implementasi program-program strategis di bidang keuangan, seperti kredit usaha rakyat atau KUR dan pembiayaan bagi UMKM," terangnya.
Rapat koordinasi ini juga menyoroti pentingnya penguatan edukasi keuangan kepada masyarakat. Dengan meningkatkan literasi keuangan, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami produk-produk keuangan dan memanfaatkannya untuk mendukung kehidupan mereka.
"Kami sangat mengandalkan peran lembaga jasa keuangan dalam memberikan edukasi yang menyeluruh kepada masyarakat," ujar Primandanu.
OJK Kalimantan Tengah menyadari bahwa tantangan akses keuangan di daerah tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri. Oleh karena itu, rapat koordinasi TPAKD ini menjadi wadah untuk menyelaraskan langkah-langkah strategis di seluruh wilayah. Sinergi yang kuat antara OJK, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan menjadi kunci utama untuk mengatasi berbagai kendala dan membuka peluang baru.
"Dengan pelaksanaan rapat ini, OJK berharap tercipta berbagai program inovatif yang akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, seperti perluasan jaringan layanan keuangan hingga ke pelosok daerah," jelasnya.
Primandanu Febriyan Aziz optimis bahwa melalui upaya bersama, percepatan akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan dapat segera terwujud di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









