PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Adrias, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap bukti transfer yang dapat dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurutnya, kemajuan teknologi digital saat ini memang membawa banyak kemudahan, namun juga membuka celah bagi tindak penipuan, salah satunya melalui rekayasa bukti transfer palsu.

“Teknologi AI kini bisa digunakan untuk memalsukan bukti transfer yang tampak sangat meyakinkan. Ini harus menjadi perhatian bersama, khususnya para pelaku usaha dan masyarakat umum yang sering melakukan transaksi secara digital,” ujar Yuliansah, Jumat 18 April 2025.

Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi ulang setiap bukti transfer yang diterima, terutama sebelum menyerahkan barang atau menyelesaikan transaksi. Langkah pengecekan ke rekening tujuan atau menunggu notifikasi resmi dari bank merupakan cara efektif untuk menghindari penipuan.

“Jangan mudah percaya hanya karena ada tampilan bukti transfer. Pastikan dana benar-benar masuk ke rekening. Waspada adalah langkah utama mencegah kerugian,” tambahnya.

BI Kalteng juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan literasi keuangan digital dan mengenali modus-modus penipuan baru yang memanfaatkan teknologi.

Yuliansah menegaskan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, untuk mengedukasi dan melindungi masyarakat dari ancaman penipuan digital. (MARINI/j)