PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja sektor perbankan rakyat di Provinsi Kalimantan Tengah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada Januari 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Hal ini terlihat dari peningkatan kredit atau pembiayaan yang mencapai Rp227,54 miliar atau naik 12,48 persen year-on-year atau yoy, dari Rp1,82 triliun menjadi Rp2,05 triliun,“ kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz pada Senin, 28 April 2025.

Capaian ini menurut Primandanu mencerminkan peningkatan dukungan perbankan terhadap kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha.

"Kredit yang tumbuh positif menunjukkan adanya pergerakan ekonomi yang baik, meskipun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi," ujarnya.

Namun demikian, Primandanu juga menyoroti peningkatan tingkat kredit macet atau Non-Performing Loan atau NPL dan Non-Performing Financing atau NPF yang naik 1,69 persen yoy, dari 3,04 persen menjadi 4,73 persen pada Januari 2025.

"Kami sedang mengupayakan langkah-langkah strategis untuk menekan angka NPL/NPF ini agar tidak menghambat kinerja perbankan," tambahnya.

--page

Sektor Bank Perkreditan Rakyat atau BPR dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah atau BPRS di Kalimantan Tengah, secara keseluruhan, menunjukkan kontribusi penting dalam mendukung pertumbuhan tersebut. Dibandingkan Januari 2024, kinerja BPR dan BPRS tumbuh signifikan dengan berbagai inovasi produk dan strategi pemasaran yang lebih adaptif.

Primandanu menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong optimalisasi pengelolaan risiko kredit dengan meningkatkan kualitas manajemen dan pengawasan kredit di tingkat bank. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait literasi keuangan juga menjadi prioritas untuk memastikan pemanfaatan kredit secara bijaksana.

Pertumbuhan ini diharapkan dapat berlanjut di bulan-bulan mendatang, dengan tetap memperhatikan stabilitas keuangan dan kebutuhan masyarakat Kalimantan Tengah.

“OJK berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan sektor keuangan di wilayah ini, guna mendorong perekonomian daerah yang lebih kokoh dan inklusif,“ tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)