PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat peningkatan signifikan pada jumlah rekening penerima pinjaman dan outstanding pinjaman selama tahun 2024. Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini menjadi indikator positif dalam sektor keuangan di provinsi tersebut.

Menurut data terbaru, jumlah rekening penerima pinjaman mengalami kenaikan sebanyak 28.719 akun, dari sebelumnya 53.509 akun menjadi 82.228 akun.

"Ini menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 53,67 persen secara year-on-year atau yoy. Peningkatan ini didorong oleh sejumlah faktor, termasuk kemudahan akses layanan keuangan bagi masyarakat," ungkap Primandanu.

Tidak hanya itu, lanjutnya, outstanding pinjaman pada Desember 2024 juga mencatat lonjakan signifikan. Angka tersebut naik sebesar Rp157,94 miliar atau 60,56 persen yoy, dari Rp260,80 miliar menjadi Rp418,74 miliar.

"Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan kebutuhan pendanaan, baik untuk keperluan konsumtif maupun produktif," tambahnya.

Primandanu juga menyoroti peran lembaga keuangan dalam mendukung pertumbuhan ini. Ia menyebutkan bahwa peningkatan jumlah rekening dan outstanding pinjaman merupakan hasil dari berbagai program inklusi keuangan yang telah dijalankan di Kalimantan Tengah. Hal ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

--page

Namun demikian, Primandanu mengingatkan pentingnya pengelolaan pinjaman yang bijak. "Pertumbuhan ini harus diiringi dengan pengelolaan keuangan yang sehat, baik oleh individu maupun lembaga keuangan, untuk menghindari risiko kredit macet," jelasnya.

Pihak OJK Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap sektor keuangan di daerah tersebut. Dengan demikian, diharapkan peningkatan ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. (TESTI PRISCILLA/Y)