BORNEONEWS, Sampit – Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan stok beras aman hingga enam bulan ke depan.
"Stok beras saat ini, dengan asumsi beras yang masih masuk dari Katingan, ada di kisaran 3.200-an ton, " kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, Rabu, 30 April 2025.
Fuad mengungkapkan kemungkinan dalam waktu dekat ketersediaan beras akan bertambah terus seiring dengan masuknya beras dari Pegatan dan Lampuyang. Sehingga dipastikan stok beras cukup hingga enam bulan.
Ia menegaskan Bulog Kotim terus menjaga ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain menyerap hasil panen petani lokal dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram gabah kering panen (GKP), Bulog juga mendatangkan beras dari daerah lain. Saat ini, sejumlah daerah di Kotim dan sekitarnya tengah memasuki masa panen raya.
Stok beras dipastikan terus bertambah dengan adanya panen di sejumlah wilayah. Bulog bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga terus mengedukasi petani, khususnya terkait penanganan pascapanen agar kualitas beras yang dihasilkan terus meningkat.
"Untuk itu masyarakat diimbau membeli beras sewajarnya dan tidak menimbun beras. Masyarakat tidak perlu panik karena stok beras yang ada saat ini masih mencukupi. Intinya manajemen stok Bulog itu melihatnya secara Indonesia. Di mana ada space gudang yang masih cukup ya itulah diisi," ujarnya.
Ia juga memastikan harga beras tetap stabil. Ia mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret lalu yang mencatat harga beras relatif stabil, bahkan cenderung mengalami deflasi di beberapa daerah.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau tidak perlu panic buying. Insyaallah harga beras akan tetap stabil karena didukung oleh stok Bulog yang cukup tinggi dan juga hasil panen yang melimpah," tegas Fuad. (DEVIANA/j)









