PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansyah Andrias, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalteng pada tahun 2025 diperkirakan akan mengalami perlambatan.

Ini disebabkan oleh penurunan kinerja ekspor serta perlambatan di sektor konstruksi yang selama ini menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi daerah.

"Kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kalteng 2025 cenderung melambat, sejalan dengan melemahnya ekspor dan tertekannya sektor konstruksi," ujarnya, Jumat 2 Mei 2025.

Ia menjelaskan bahwa secara nasional, perekonomian Indonesia masih akan ditopang oleh permintaan domestik, seperti konsumsi rumah tangga dan kebijakan fiskal pemerintah. 

Namun, tantangan eksternal menjadi faktor signifikan yang perlu diwaspadai, termasuk kebijakan tarif yang diberlakukan Amerika Serikat dalam konteks kepemimpinan Presiden Donald Trump yang terpilih kembali—dikenal dengan istilah "Trump 2.0".

--page

"Kebijakan tarif dari Amerika Serikat dapat berdampak pada perdagangan global dan menekan ekspor komoditas unggulan, yang ujungnya bisa berdampak negatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, termasuk Kalimantan Tengah," tambahnya.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Yuliansyah menekankan pentingnya strategi penguatan sektor ekonomi domestik dan peningkatan nilai tambah produk lokal.

 Ia juga mendorong, peningkatan investasi di sektor-sektor yang berorientasi pada pasar dalam negeri untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. (MARINI/y)