PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peningkatan produksi minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dinilai memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja, khususnya di sektor perkebunan yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kalimantan Tengah (Kalteng).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng, Yuliansyah Andrias yang menilai bahwa optimalisasi produksi CPO perlu menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah.

Produksi CPO yang meningkat tidak hanya memberikan kontribusi langsung terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga menyerap banyak tenaga kerja, baik di sektor hulu maupun hilir. 

Di tingkat petani, peningkatan produksi berarti peningkatan pendapatan, sedangkan di sisi industri, hal ini mendorong aktivitas pengolahan dan logistik.

"Sektor perkebunan sawit memberikan kontribusi besar bagi ekonomi daerah. Ketika produksi meningkat, maka efek berantai terhadap ekonomi lokal juga semakin kuat," ujarnya, Jumat 2 Mei 2025.

--page

Selain itu, upaya peningkatan produksi juga membuka peluang untuk mendorong hilirisasi CPO melalui pengembangan industri turunan, seperti biodiesel, oleokimia, dan produk-produk konsumen lainnya.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya peningkatan produksi dilakukan secara berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik.

"Dukungan kebijakan, infrastruktur, serta kemitraan dengan petani rakyat menjadi kunci agar pertumbuhan di sektor ini dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat Kalimantan Tengah," pungkasnya. (MARINI/y)