PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian nasional, termasuk di Kalimantan Tengah (Kalteng), melalui peran strategis dalam penyaluran kredit, pemantauan risiko, serta dukungan pembiayaan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng, Yuliansyah Andrias, menjelaskan bahwa pertanian merupakan salah satu sektor prioritas yang mendapat perhatian khusus dalam kebijakan makroprudensial BI, terutama dalam mendorong ketahanan pangan dan pemerataan ekonomi.

"Kami mendorong penyaluran kredit ke sektor pertanian melalui skema pembiayaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. BI juga memantau secara ketat potensi risiko sektor ini, agar pembiayaan tetap aman bagi perbankan maupun petani," kata Yuliansyah, Jumat 2 Mei 2025.

Selain insentif likuiditas bagi perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor pertanian, BI juga aktif menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha tani dalam berbagai program, seperti pelatihan, digitalisasi pertanian, serta peningkatan akses ke pasar.

Dukungan BI ini diharapkannya dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian lokal, terutama dalam menghadapi tantangan iklim dan fluktuasi harga komoditas.

--page

"Dengan pendekatan yang terintegrasi, kami berharap pertanian di Kalimantan Tengah dapat tumbuh kuat dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah," tambahnya.

Langkah ini dinilainya penting dalam memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan pangan nasional dan pengurangan kemiskinan di daerah pedesaan. (MARINI/y)