PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansyah Andrias, mengungkapkan bahwa inflasi yang terjadi pada bulan April 2025 turut dipicu oleh kenaikan harga komoditas sayuran seperti kangkung dan bayam.

Kenaikan harga ini disebabkan oleh, penurunan kualitas hasil panen akibat tingginya curah hujan selama periode tersebut.

Menurut Yuliansyah, kondisi cuaca yang tidak menentu berdampak langsung pada sektor pertanian, terutama pada tanaman hortikultura yang sangat sensitif terhadap kelembaban tinggi. 

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan kualitas kangkung dan bayam menurun, sehingga pasokannya ke pasar menjadi terbatas. Hal ini memicu kenaikan harga yang turut memberikan andil terhadap laju inflasi bulan April,” jelasnya, Jumat 9 Mei 2025.

Ia menambahkan, selain faktor pasokan, distribusi hasil pertanian juga sempat terkendala akibat kondisi jalan yang tergenang atau rusak, sehingga memperparah keterbatasan ketersediaan di pasar.

--page

Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah pengendalian pasokan dan distribusi, serta mendorong ketahanan pangan lokal.

“Kami terus memonitor kondisi harga dan pasokan komoditas pangan strategis agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (MARINI/y)