PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansyah Andrias, menyampaikan bahwa kenaikan harga emas yang terjadi belakangan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, termasuk dampak dari perang dagang serta lonjakan permintaan masyarakat terhadap logam mulia tersebut.

Menurut Yuliansyah, dalam situasi global yang tidak stabil, emas kembali menjadi pilihan utama masyarakat sebagai instrumen lindung nilai (safe haven).

 “Kondisi geopolitik yang memanas, terutama akibat perang dagang antarnegara besar, mendorong investor dan masyarakat umum untuk beralih ke aset yang lebih aman seperti emas,” jelasnya, Jumat 9 Mei 2025.

Selain itu, permintaan terhadap emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun investasi, meningkat signifikan seiring kekhawatiran terhadap nilai tukar dan prospek ekonomi global yang melambat. 

“Tingginya permintaan ini secara langsung mendorong harga emas naik di pasar domestik,” tambah Yuliansyah.

--page

Ia mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menyikapi fluktuasi harga komoditas dan memahami risiko yang melekat dalam setiap bentuk investasi, termasuk emas. 

Bank Indonesia katanya, terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik guna menjaga stabilitas keuangan di daerah.

“Kami terus bersinergi dengan otoritas terkait untuk memastikan sistem keuangan tetap stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah,” tutupnya. (MARINI/y)