PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Polresta Palangka Raya mengamankan enam remaja yang terlibat tawuran di Jalan Manyar IV, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

Operasi premanisme yang dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan gangguan Kamtibmas membuahkan hasil dengan penangkapan para remaja tersebut. Tawuran terjadi pada Sabtu malam, 10 Mei 2025.

Para remaja yang terlibat berasal dari dua kelompok berbeda, yakni dari kawasan Jalan Tjilik Riwut Kilometer 9 dan Jalan Manyar IV. Mereka terlibat saling serang hingga aksi tawuran berhasil dihentikan oleh personel Ditsamapta Polda Kalteng dan warga sekitar.

Keenam remaja yang diamankan berinisial RR (13), ALS (15), GS (18), MD (17), DJD (18), dan VAW (15).

Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Dedy Supriadi, menjelaskan kronologi kejadian dan proses penangkapan.

"Selain mengamankan para remaja, polisi juga menyita barang bukti berupa dua senjata tajam, yaitu sebuah celurit dari RR dan sebuah badik dari ALS, kedua senjata tajam tersebut diduga digunakan saat tawuran," ungkapnya Senin, 12 Mei 2025.

Keenam remaja tersebut kemudian diserahkan oleh Ditsamapta Polda Kalteng kepada Polresta Palangka Raya untuk dilakukan pembinaan. Kasus ini selanjutnya akan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Unit Jatanras Satreskrim Polresta Palangka Raya.

Pemilihan unit ini menunjukkan komitmen kepolisian untuk memberikan perhatian khusus pada kasus yang melibatkan anak-anak.

Proses pembinaan yang diberikan kepada para remaja bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang hukum dan dampak negatif dari tindakan kekerasan. Polisi berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan para remaja dapat kembali ke jalur yang benar.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak keluarga dan sekolah untuk memberikan pengawasan dan pembinaan yang lebih intensif.

"Operasi premanisme akan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan dan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/H)