BORNEONEWS, Palangka Raya - Obat daftar G jenis Zenith benar-benar dapat merusak masa depan anak bangsa. Bukti nyata ini tidak bisa lagi terelak setelah seorang gadis berinisial AS, 18, menjadi korbannya. Ya, dia yang seharusnya mengeyam bangku sekolah dengan baik, di kelas III SMA di Kota Palangka Raya justru jadi amburadul.
Bahkan ia pernah tidak mengikuti ujian, 20 hari bolos sekolah hingga kabur dari rumah. Sejumlah tindakan ini terjadi tidak lepas dari pergaulannya sehari-hari. Artinya, masih banyak teman sebayanya yang mengonsumsi obat terlarang itu. Kini, AS menjalani pembinaan di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya.
Menurut penuturan AS, setiap kali mengkonsumsi Zenith, ia menelan lima butir. Kemudian dia mengaku pusing dan sedikit melayang. Namun AS menyebut belum merasa kecanduan. "Semua pengaruh pergaulan. Belinya bebas dan murah," kata AS di BNN Kota Palangka Raya, Kamis (13/10/2016).
Masih menurutnya, awal mula berani mengonsumsi Zenith lantaran coba-coba. Ini setelah dia mendapat bujuk rayuan manis teman sebaya bahwa jika mengonsumsi Zenith akan terasa nikmat. Padahal, justru sebaliknya karena dapat menyerang saraf otak hingga mengakibatkan masa depan suram.
Keberadaan AS di BNN untuk dibina setelah pihak orang tua yang berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) menyerahkannya. AS juga berjanji tidak akan kabur lagi. Dia juga menyesali semua perbuatan tersebut.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Palangka Raya M Soedja'i menilai, adanya kalangan anak di bawah umur yang mengonsumsi obat-obatan lantaran rasa keingintahuannya cukup besar.
"Itu berawal dari rasa ingin tahu. Kemudian coba-coba. Selanjutnya, kurang percaya diri, kurang PD, dan tentunya faktor lingkungan," kata Soedja'i.
Dia mengimbau kepada semua pihak agar menjaga generasi anak bangsa. Peran orang tua juga begitu besar dalam memantau setiap saat perkembangan anak. Selain itu, juga tidak perlu memberikan uang jajan sekolah yang begitu besar.
"Karena bisa digunakan lain-lain. Dan berawal dari pemakai, nanti bisa mengarah ke kurir bahkan bisa meningkat lagi jadi bandar. Untuk itu, mari jaga anak-anak kita," tuturnya. (BUDI YULIANTO/m)








