PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menumbuhkan dan melestarikan budaya cinta rupiah sejak dini. 

Ajakan ini disampaikannya, dalam kegiatan edukasi literasi keuangan yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum.

“Cinta rupiah adalah bentuk nyata kecintaan kita terhadap bangsa. Rupiah bukan hanya alat transaksi, tapi simbol kedaulatan negara yang harus kita jaga bersama,” tegas Yuliansah, Selasa 20 Mei 2025

Ia menjelaskan bahwa mencintai rupiah berarti menggunakan dan merawat uang dengan baik, tidak merusak, tidak melipat-lipat, apalagi memalsukannya. 

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk bertransaksi secara bijak dan memahami nilai rupiah dalam konteks ekonomi nasional.

Menurut Yuliansah, edukasi tentang cinta rupiah tidak hanya penting bagi kalangan pelajar, tetapi juga perlu menjadi kesadaran bersama seluruh lapisan masyarakat. 

Terlebih di era digital saat ini, di mana transaksi non-tunai semakin marak, pemahaman terhadap mata uang nasional tetap harus diperkuat.

“Kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga cinta dan bangga dengan mata uangnya sendiri,” ujarnya.

Bank Indonesia terus mendorong kampanye “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” melalui berbagai kegiatan edukatif seperti kunjungan ke museum, pameran uang kuno, lomba edukasi keuangan, hingga pelatihan di sekolah-sekolah.

Melalui langkah ini, Yuliansah berharap budaya cinta rupiah dapat tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kalteng, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari sisi kesadaran nilai mata uang. (MARINI/H)