SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berjalan.  

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kotim, Johny Tangkere, menekankan pentingnya pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk keberhasilan koperasi tersebut.

"Pembentukan Koperasi Merah Putih sedang berjalan di sejumlah desa di kecamatan yang ada di Kotim. Karena Presiden menetapkan 31 Juni 2025 sebagai batas akhir pembentukan," katanya, Kamis, 22 Mei 2025.

Johny mengungkapkan Koperasi Merah Putih telah terbentuk di sepuluh desa dan terus berjalan di semua kecamatan. Dalam pembentukan koperasi tersebut sebelumnya terkendala oleh dana untuk pembuatan akta. 

"Tapi itu sudah kita selesaikan untuk akta notaris dengan sistem berhutang. Sebenarnya ada yang lebih diperhatikan dalam pembentukan koperasi ini, yaitu kemampuan SDM terutama di desa terpencil," ucapnya. 

Menurutnya, perlunya pelatihan kepada SDM yang ada. Ini untuk memastikan pengelolaan anggaran yang diberikan pemerintah pusat melalui himpunan bank nasional sebesar Rp3 miliar itu dikelola dengan baik. 

"Kalau tidak ada pelatihan, saya khawatir pengurus koperasi, terutama di daerah terpencil, akan salah mengelola dan berujung pada masalah hukum. Jangan sampai banyak yang masuk penjara karena kesalahan pengelolaan.  Kami harap ada pemerintah menganggarkan untuk pelatihan, supaya mereka tau bagaimana mengelola koperasi yang baik agar tidak menjadi jerat bagi mereka," terangnya. (DEVIANA/H)