BORNEONEWS, Palangka Raya - Situasi di sektor perkebunan sawit semakin memanas setelah terjadi panen massal di lahan yang sebelumnya disita oleh Tim Penertiban Kawasan Hutan atau PKH pada PT Mulia Agro Permai atau MAP. Akibat kejadian ini, akses jalan menuju Desa Palangan ditutup, memicu dampak sosial dan ekonomi bagi warga sekitar.
Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diterima oleh GAPKI terkait insiden tersebut.
"Kalau dari anggota kita belum ada laporan resmi ke GAPKI," kata Rawing kepada Borneonews pada Senin, 9 Juni 2025.
Ia berharap, aparat penegak hukum dapat bertindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar iklim investasi tetap kondusif di Kalimantan Tengah.
"Kita berharap agar aparat penegak hukum dapat bertindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga iklim investasi tetap kondusif di Kalimantan Tengah," tambah Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah ini.
--page
Menurut informasi yang diperoleh, lahan yang diklaim dan mengalami panen massal mencapai sekitar 300 hektare. Sebagian dari lahan tersebut juga telah disita oleh Tim PKH, yang semakin memperumit situasi hukum dan kepemilikan lahan.
Dampak dari penutupan jalan ini dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Palangan dan desa-desa sekitar, seperti Desa Kenyala dan Desa Simpur. Jalan yang ditutup merupakan jalur tercepat bagi warga untuk berbelanja, mengakses layanan kesehatan, dan menjalankan aktivitas ekonomi lainnya.
Pihak desa berupaya mencari solusi dengan mengajukan jalan alternatif. Kepala Desa Palangan berencana bersurat kepada Kapolres Kotawaringin Timur dan manajemen PT MAP untuk membahas kemungkinan pembukaan jalan atau pembuatan jalur alternatif bagi masyarakat.
Masyarakat berharap adanya solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak. Penegakan hukum yang adil dan transparan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas investasi serta kesejahteraan warga di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/Y)









