BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berhasil menyelesaikan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah administratifnya, yang mencakup 6 desa dan 5 kelurahan. Proses ini telah rampung per tanggal 28 Mei 2025, sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kotim.
Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah menyampaikan, proses pembentukan koperasi di wilayahnya berjalan lancar tanpa kendala,. Saat ini, telah memasuki tahap penerbitan akta notaris.
“Alhamdulillah, pembentukan Koperasi Merah Putih di semua desa dan kelurahan sudah selesai. Kelurahan Mentawa Baru Hilir sudah lebih dulu menyelesaikan akta notaris, yang lain akan menyusul. Target dari kabupaten agar selesai bulan Mei sudah kami penuhi,” kata Irpansyah, Selasa, 10 Juni 2025.
Mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, setiap koperasi diarahkan menjalankan diantara tujuh jenis usaha. Namun, di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mayoritas koperasi memilih fokus pada usaha sembako.
“Hampir semua koperasi memilih usaha sembako. Ini karena hasil musyawarah bersama bahwa sembako merupakan kebutuhan pokok sehari-hari dan dianggap paling cepat mendorong kemajuan koperasi di masyarakat,” ujarnya.
--page
Irpansyah menekankan pengurus koperasi dipilih melalui musyawarah anggota dengan mempertimbangkan kapasitas dan integritas individu yang akan mengelola koperasi.
“Ini berkaitan dengan pengelolaan dana negara. Jadi kita benar-benar mencari pengurus yang punya kemampuan manajerial dan dedikasi tinggi,” tambahnya.
Lanjutnya, setelah akta notaris diterbitkan, koperasi akan masuk ke tahap selanjutnya yaitu pelatihan dan bimbingan teknis bagi pengurus koperasi.
Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, setiap koperasi juga dilengkapi badan pengawas yang melibatkan kepala desa dan lurah setempat.
Dengan rampungnya pembentukan koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, ia berharap keberadaan Koperasi Merah Putih bisa memperkuat perekonomian lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami optimis koperasi ini akan berjalan sesuai harapan pemerintah dan masyarakat. Tinggal kita menunggu arahan teknis selanjutnya untuk mulai bergerak aktif,” pungkas Irpansyah. (DEWI PATMALASARI/y)









