BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah membacakan pidato resmi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan eks Pasar Indah, Kelurahan Baru, Kamis, 10 Juni 2025.
"Pidato ini merupakan seruan penting bagi kita semua untuk segera bertindak, karena bumi sudah menghadapi krisis serius akibat polusi plastik," jelas Bupati.
Bupati mengatakan, peringatan tahun ini mengangkat tema 'Hentikan Polusi Plastik' yang sejalan dengan upaya global menghentikan pencemaran yang disebabkan oleh limbah plastik sekali pakai.
"Dunia tengah menghadapi tiga krisis besar: perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati dan polusi. Produksi plastik secara global sudah mencapai lebih dari 400 juta ton pada tahun 2023, dan sebagian besar tidak didaur ulang," jelas Bupati.
Bupati menyampaikan bahwa berdasarkan laporan UNEP, sebanyak 9–14 juta ton plastik berakhir di lautan pada tahun 2020. Jika tidak ada perubahan signifikan, jumlah tersebut bisa meningkat hingga 265 juta ton pada tahun 2060.
--page
"Di Indonesia sendiri, kita sudah memasuki fase darurat sampah. Berdasarkan data SIPSN 2024, masih ada lebih dari 22 juta ton sampah yang terbuang ke lingkungan," jelas Bupati
Bupati menyampaikan peran penting pemerintah daerah dalam pengurangan sampah plastik, seperti mempercepat implementasi kebijakan, melarang plastik sekali pakai di instansi, serta menggalakkan gerakan sadar sampah dan ekonomi sirkular.
"Kita harus mulai dari sekarang, dari hal kecil seperti membawa kantong belanja sendiri, menghindari sedotan plastik, hingga memilah sampah dari rumah. Ini tanggung jawab bersama," jelas Bupati.
Bupati menyampaikan jika tidak ada perubahan pola produksi dan konsumsi, maka pada tahun 2050 jumlah sampah plastik di Indonesia diperkirakan akan mencapai 50 persen dari total sampah.
"Mari kita jadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini sebagai momen refleksi dan aksi nyata, bukan hanya seremonial. Bumi tidak butuh kita, tapi kitalah yang butuh bumi," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/Y)









