PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam memilih travel penyelenggara perjalanan ibadah haji.

Imbauan ini disampaikan menyusul mencuatnya kasus yang melibatkan PT. Alkamila sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), yang kini tengah menjadi sorotan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati usai menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 yang digelar di kawasan Eks Pasar Tembaga Indah, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Selasa, 10 Juni 2025.

"Kejadian yang menimpa jamaah haji yang diberangkatkan oleh PT. Alkamila menjadi perhatian serius pemerintah daerah Kobar. Bunda mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih travel perjalanan haji, agar masyarakat dapat menjalankan rukun Islam kelima dengan aman, tenang dan menjadi haji mabrur,” kata Hj. Nurhidayah.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pemerintah Arab Saudi telah menerapkan aturan yang lebih ketat pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Hanya visa haji reguler dan visa haji khusus yang diakui sebagai dokumen resmi untuk dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji. Sementara visa Mujamalah tidak lagi diterbitkan.

“Sebaiknya masyarakat lebih bijak dalam memilih travel, jangan tergiur promosi yang bisa memberangkatkan langsung tanpa proses antrian. Ingat, ada aturan ketat dari pemerintah Arab Saudi. Jadi carilah travel yang benar-benar aman, agar kita bisa beribadah dengan rasa tenang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Kementerian Agama Republik Indonesia telah menyediakan jalur resmi baik untuk haji reguler maupun haji khusus atau haji plus. Prosedur tersebut sudah sesuai dengan kuota resmi yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi.

“Alangkah baiknya masyarakat mendaftar haji melalui prosedur resmi yang telah disediakan Kementerian Agama. Dengan begitu, prosesnya jelas dan terjamin,” tutur Bupati Kobar.

Tahun ini, pemerintah daerah Kobar telah memfasilitasi keberangkatan sebanyak 136 jamaah haji reguler. Mereka diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, setiap tahun pemerintah daerah Kobar menganggarkan dana untuk memfasilitasi keberangkatan jamaah haji reguler menuju embarkasi dan kepulangannya. Ini adalah wujud perhatian kepada para tamu Allah,” pungkasnya.

Pemerintah daerah juga akan memastikan pelayanan terbaik saat jamaah haji kembali ke tanah air nanti. Ia berharap semua jamaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke Kobar dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur. (DANANG/H)