PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotawaringin Barat kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran travel haji tanpa izin resmi.

Sebab, selain merugikan pemerintah, risiko yang dihadapi jamaah di Arab Saudi juga sangat berat.

Kepala Kemenag Kotawaringin Barat Taufiq Alamsyah, menegaskan bahwa seluruh pemberangkatan haji di Indonesia sudah terdata resmi di Kementerian Agama pusat. Ia mengimbau warga hanya berangkat melalui biro perjalanan yang memiliki izin resmi.

“Kami mohon dengan sangat kepada masyarakat Kotawaringin Barat dan sekitarnya, kalau ingin berangkat haji khusus, jangan tergiur dengan iming-iming dari travel-travel yang tidak berizin. Karena pemberangkatan jamaah haji itu sudah terdata di Kementerian Agama pusat. Kalau ada yang berangkat di luar kuota, ini akan merugikan khususnya Kemenag dan pemerintah,” tegas Taufiq Alamsyah, Kamis 12 Juni 2025.

Taufiq Alamsyah menjelaskan, kuota haji Indonesia tahun ini tetap 221.000 jamaah, terdiri dari haji reguler dan haji khusus. Di luar jumlah tersebut, pemerintah Indonesia tidak memiliki wewenang memberangkatkan jamaah, kecuali untuk Haji Mujamalah atau undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi.

Sementara itu, salah satu jamaah haji khusus asal Kotawaringin Barat yang baru saja tiba di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Hardino, menyampaikan pesan penting bagi warga yang ingin berhaji.

“Saran saya bagi yang mau berhaji, baik khusus maupun reguler, gak usah buru-buru, daftar saja dulu, nanti pasti dapat panggilannya. Yang penting ikuti aturan supaya tenang ibadahnya. Kita gak mau teman-teman berikutnya di sana dikejar-kejar petugas, dideportasi, atau malah dilarang masuk Arab Saudi selama sepuluh tahun. Itu yang paling fatal,” tutur Hardino.

Hardino juga menegaskan bahwa selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, seluruh layanan dan fasilitas berjalan lancar karena berada di bawah pengawasan travel resmi.

Taufiq Alamsyah berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menentukan pilihan travel haji, dan selalu berkoordinasi dengan Kemenag setempat bila ingin merencanakan ibadah haji.

ANTARA