PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui BPBD akan mengaktifkan Pos Komando dan Pos Lapangan Masyarakat Peduli Api (MPA) di seluruh wilayah untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Kebijakan ini diputuskan dalam pertemuan daring bersama GAPKI Kalteng dan BPBD kabupaten/kota, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem mitigasi di lapangan.

“Pos Lapangan MPA akan menjadi ujung tombak deteksi dini dan penanganan cepat. Ini penting agar potensi kebakaran bisa segera direspon tanpa menunggu tim dari pusat,” ujar Ahmad Toyib baru baru ini.

Ia menyebutkan bahwa pelibatan masyarakat dan kemitraan dengan desa sangat krusial dalam mengatasi karhutla, seperti model kolaborasi antara PT BGA dan Kelompok Tani Peduli Api.

Selain itu, berdasarkan data monitoring tinggi muka air tanah sepanjang 2024, seluruh titik masih dalam kategori aman, yang dianggap indikator penting untuk mencegah kebakaran gambut.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini masuknya musim kemarau pada 11 Juni dan puncaknya diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus. (HERMAWAN DP/H)