BARU kali ini ada Gubernur dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) berkolaborasi mengatur strategi memberantas narkoba. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran duduk bersama Kepala BNN Budi Waseso menyusun strategi membasmi berhala yang satu ini. Narkoba, adalah berhala paling merusak bangsa dan negara.
Kebetulan, baik Gubernur Sugianto maupun Budi Waseso bersikap keras terhadap narkoba. Keduanya sepakat, TNI harus terlibat aktif dalam mengeksekusi penjahat narkoba. Keduanya sepakat: tembak mati juragan narkoba.
Kalau dikatakan Kalimantan menjadi gerbang atau pintu masuk narkoba, benar adanya. Jika dikatakan Kalimantan menjadi pasar paling rakus terhadap narkoba, benar adanya. Karena itu, langkah-langkah pembasmiannya harus keras dan konsisten. Mengapa harus keras? Karena narkoba merupakan wujud <>proxy-war <> paling jahat, paling merusak.
Volume perdagangan narkoba di kawasan ini, makin meningkat. Meningkat dan meningkat. Dan dari hari ke hari pula, penghuni rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) semakin penuh oleh tahanan maupun napi kasus narkoba.
Langkah yang ditempuh Gubernur Kalteng dan Badan Narkotika Nasional, merupakan antisipasi yang patut segera ditindaklanjuti oleh pejabat dan petugas di bawahnya. Jangan sampai Kepala BNN, Gubernur dan Kepala BNN Provinsi heboh, para kepala BNN kabupaten adem-ayem saja.
Kepala BNN kabupaten/kota yang dijabat Wakil Bupati/Wakil Walikota, selama ini memang terasa kurang greget. Mereka terlampau slow dan tidak banyak actions. Seolah-olah yang punya hajat memerangi narkoba di daerah hanyalah Polres dan jajarannya.
Sudah pasti, situasi demikian patut diakhiri. Jika pimpinan cancut-taliwondo, janganlah yang di bawah ongkang-ongkang kaki saja. Buktinya? Jarang terlihat, antar Kepala BNN kabupaten yang dijabat para wakil bupati, nyaris tak pernah bertemu membahas strategi atau langkah-langkah antisipasi. Tak pernah ada kerjasama memutus rantai narkoba. Mereka tampak sibuk sendiri-sendiri.
Padahal semua tahu, bisnis narkoba adalah bisnis jaringan. Nah, kalau pemberantaannya tidak menjalin kerjasama, ya pasti bobol terus. Sudah saatnya para Wakil Bupati bersinergi, misalnya memberantas narkoba kelas-2 seperti pil zenith dan lem fox. Zenith dan lem fox adalah dagang paling genit, paling laku. Konsumennya paling massif. Anak-anak usia dini seperti SD dan SMP mulai menggandrungi.








