BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat adanya perkembangan positif pada sektor pasar modal di wilayahnya. Hingga April 2025, jumlah investor saham mengalami kenaikan signifikan, mencerminkan minat masyarakat yang kian tinggi terhadap instrumen investasi tersebut.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa jumlah investor saham di Kalteng meningkat sebanyak 7.421 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan peningkatan sebesar year on year atau yoy 7,25 persen, dari 102.341 investor menjadi 109.762 investor,” jelas Primandanu pada Senin, 16 Juni 2025.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah investor tersebut merupakan sinyal positif atas semakin terbukanya akses informasi dan literasi keuangan di tengah masyarakat. Ia menambahkan bahwa kontribusi berbagai kampanye edukasi serta digitalisasi layanan keuangan turut mendorong animo warga untuk berinvestasi di pasar modal.
“Edukasi dan inklusi keuangan yang kami lakukan bersama pelaku industri terus menunjukkan hasil. Masyarakat kini semakin sadar pentingnya investasi untuk perencanaan keuangan jangka panjang,” terang Primandanu.
--page
Lebih lanjut, OJK Kalteng juga menekankan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat tidak hanya berinvestasi, tetapi juga memahami risiko yang melekat pada setiap produk. Oleh karena itu, kegiatan edukasi akan terus digencarkan, menyasar berbagai kalangan termasuk pelajar dan pelaku UMKM.
Primandanu berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami optimistis, dengan kerja sama berbagai pihak dan antusiasme masyarakat, sektor pasar modal di Kalimantan Tengah akan semakin berkembang secara inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.(TESTI PRISCILLA/Y)









