BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kinerja Bank Perkreditan Rakyat atau BPR dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah atau BPRS menunjukkan tren positif hingga April 2025. Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa terjadi pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Berdasarkan data April 2025, total kredit dan pembiayaan yang disalurkan BPR dan BPRS di Kalimantan Tengah mencapai Rp2,05 triliun, naik Rp207,60 miliar atau 11,25 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan April 2024," ujar Primandanu pada Rabu, 18 Juni 2025.
Pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya peran BPR dan BPRS dalam mendukung perekonomian daerah, terutama dalam penyaluran kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Menurut Primandanu, kenaikan ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan lokal.
Meski demikian, OJK tetap mewaspadai adanya peningkatan tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan/Non Performing Financing.
"Per Januari 2025, rasio NPL/NPF tercatat sebesar 4,44 persen atau meningkat 0,72 persen dibandingkan posisi Januari 2024 sebesar 3,72 persen," ungkapnya.
Kenaikan NPL/NPF tersebut, lanjut Primandanu, disebabkan oleh beberapa sektor usaha yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi dan faktor eksternal lainnya seperti fluktuasi harga komoditas. Namun OJK menilai angka tersebut masih dalam batas wajar dan terus dilakukan upaya mitigasi risiko.
--page
OJK Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan terhadap BPR dan BPRS serta mendorong penerapan prinsip kehati-hatian.
"Kami akan terus bersinergi dengan seluruh pelaku industri keuangan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan," tutup Primandanu. (TESTI PRISCILLA/Y)









