PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah terus menggencarkan edukasi literasi keuangan melalui berbagai kegiatan strategis yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Sepanjang tahun 2025 hingga bulan Mei, OJK Kalteng telah menjalankan 41 kegiatan edukasi keuangan sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis atau PEPK dan LMSt OJK Kalteng, Andrianto Suhada, menyampaikan bahwa puncak dari kegiatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan kick off Bulan Literasi Keuangan. Kegiatan ini digelar secara hybrid dan berhasil menghadirkan kurang lebih 1.500 peserta, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM perempuan.

“Kami menggandeng Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan PT Permodalan Nasional Madani dalam rangka memperkuat pemberdayaan keuangan bagi perempuan pelaku usaha,” ujar Andrianto pada Jumat, 20 Juni 2025.

Selain itu, OJK Goes to Campus juga menjadi agenda penting dalam rangka menyasar kalangan generasi muda. Dengan menggandeng Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Palangka Raya, kegiatan ini bertujuan mendorong kesadaran literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai agen perubahan di masa depan. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan sektor jasa keuangan, investasi, serta perlindungan konsumen.

Sebagai bagian dari strategi meningkatkan literasi di sektor pasar modal, OJK Kalteng turut hadir dalam kegiatan Investment Celebration Week Tahun 2025 di Kalimantan Tengah. Dalam acara ini, OJK berperan sebagai narasumber pada sesi talkshow yang diselenggarakan bekerja sama dengan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia atau GIBEI.

--page

“Kami ingin menjembatani pemahaman generasi muda dan masyarakat umum terhadap investasi yang sehat dan aman,” tambahnya.

Menurut Andrianto, berbagai kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya sebatas sosialisasi, namun juga melibatkan diskusi interaktif, simulasi keuangan, dan pendekatan inklusif berbasis komunitas. Hal ini bertujuan membangun budaya literasi keuangan yang kuat serta memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri secara finansial.

“Melalui berbagai program tersebut, OJK Kalteng berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan dan mampu memanfaatkan produk jasa keuangan secara bijak,” tutup Andrianto.

Program-program ini menjadi wujud nyata dari komitmen OJK dalam menciptakan masyarakat yang melek keuangan dan terlindungi dari risiko keuangan yang tidak sehat. (TESTI PRISCILLA/Y)