BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka memperluas literasi industri sawit di kalangan akademisi, GAPKI Kalteng menggelar kuliah umum di Universitas Palangka Raya yang mengangkat potensi dan tantangan sektor ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis “Sawit Goes to Campus”.
Ketua GAPKI Cabang Kalteng, Syaiful Panigoro menyatakan bahwa kebutuhan terhadap minyak kelapa sawit terus meningkat, menciptakan peluang besar dalam bidang teknologi, energi, dan pangan. Ia menekankan pentingnya memperkenalkan hal ini kepada mahasiswa sejak dini.
Momentum ini juga dijadikan ajang penyerahan hasil rehab Gedung ORMAWA UPR yang difasilitasi GAPKI sebagai bentuk sinergi nyata antara industri dan akademisi. Hal ini memperkuat nilai kolaboratif dalam pembangunan pendidikan yang berwawasan industri.
Kuliah umum yang dipandu oleh Direktur Eksekutif GAPKI Pusat diharapkan menjadi bekal tambahan di luar materi kuliah reguler bagi para mahasiswa. GAPKI siap memberikan wawasan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami berharap agar mahasiswa mengembangkan cara pandang yang lebih modern dan progresif dalam melihat sektor perkelapasawitan sebagai bagian dari solusi ketahanan energi dan ekonomi berkelanjutan,“ tutur Syaiful.
Penutupan sambutan diiringi pesan motivasi kepada mahasiswa UPR agar lebih semangat dalam belajar dan menjadikan industri sawit sebagai medan pengabdian masa depan. GAPKI membuka pintu selebar-lebarnya untuk kerja sama berkelanjutan.
--page
Sementara itu, Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen GAPKI dalam berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan tinggi.
“Kami ingin menjembatani pemahaman yang konstruktif antara dunia usaha dan dunia kampus, terutama dalam konteks keberlanjutan industri sawit,” kata Rawing.
Seusai penyerahan gedung, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum bertema “Sawit Go to Campus”. Kuliah ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Direktur Eksekutif GAPKI, Ir Mukti Sardjono, dan Dosen Senior Fakultas Pertanian UPR, Ir Adi Jaya. Mereka membahas perspektif positif industri kelapa sawit serta relevansinya dengan dunia akademik. (TESTI PRISCILLA/y)









