BORNEONEWS, Palangka Raya - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau Gapki Cabang Kalimantan Tengah angkat bicara terkait penyegelan sejumlah lahan sawit oleh Tim Satgas Garuda. Mereka berharap pemerintah bertindak bijaksana dan tetap menjunjung tinggi kepastian hukum bagi investor.
Sekretaris Eksekutif Gapki Kalteng, Rawing Rambang, menyatakan bahwa seluruh anggota Gapki berkomitmen untuk taat terhadap aturan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa perusahaan sawit merupakan investasi jangka panjang yang tidak mungkin dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah.
"Perusahaan-perusahaan ini pasti sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pusat sebelum berinvestasi. Maka dari itu, kami percaya pemerintah akan bertindak adil dan sesuai dengan undang-undang," ujar Rawing pada Selasa, 1 Juli 2025.
Rawing yang juga mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng menambahkan bahwa sektor kelapa sawit telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Selain menyerap tenaga kerja, industri ini juga menyumbang devisa bagi negara.
Ia mengajak seluruh pelaku usaha di sektor perkebunan untuk tidak khawatir dengan kehadiran Satgas Garuda. Menurutnya, keberadaan tim ini justru dapat menjadi peluang untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan produktivitas sawit yang belakangan mengalami penurunan.
"Gapki Kalteng berharap adanya dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha agar penyelesaian persoalan lahan dapat dilakukan secara adil dan konstruktif. Dengan demikian, iklim investasi tetap terjaga dan pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan di Kalimantan Tengah," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/H)









