PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah mencatat inflasi sebesar 0,32 persen (month-to-month) pada Juni 2025, dengan inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 1,06 persen dan inflasi tahun kalender 1,08 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil 0,21 persen, terutama akibat kenaikan harga bawang merah, ikan peda, cabai rawit, dan sigaret kretek mesin (skm).

Empat kota yang dipantau mengalami inflasi, yakni Kapuas (0,46%), Sampit (0,43%), Palangka Raya (0,19%), dan Sukamara (0,06%).

Sementara itu, komoditas seperti beras, ikan nila, ikan patin, ikan baung, dan bensin justru menyumbang deflasi.

Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti menyampaikan data ini dalam rilis resmi di Ruang Vicon BPS Provinsi Kalteng, pada awal Juli 2025.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko. BPS menekankan pentingnya langkah pengendalian inflasi yang simultan di tingkat daerah guna menjaga stabilitas harga. (HERMAWAN DP/H)