BORNEONEWS, Tamiang Layang – Bupati Barito Timur, M Yamin, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pengadaan Barang/Jasa Desa dan Pemaparan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi aparatur desa se-Kabupaten Barito Timur, Senin, 7 Juli 2025.
Acara ini dihadiri oleh para camat, kepala desa, serta operator desa dari seluruh wilayah Barito Timur.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas tata kelola pengadaan barang/jasa di desa, khususnya di tengah meningkatnya alokasi dana desa seperti Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
Menurutnya, pengelolaan yang efisien, transparan, dan akuntabel merupakan kunci utama agar pembangunan desa berjalan optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh peserta benar-benar memahami regulasi yang menjadi pedoman utama, seperti Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021 dan Peraturan Bupati Barito Timur Nomor 29 Tahun 2021. Jangan hanya sekadar hadir, tapi betul-betul meningkatkan kompetensi agar tidak terjadi lagi kesalahan administratif maupun pelanggaran hukum,” ujar Yamin.
--page
Kepala Daerah juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Sosial (DPMDSos) dengan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Tengah dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya perlindungan sosial bagi perangkat desa.
"Perlindungan ketenagakerjaan merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan desa yang berkelanjutan," kata Yamin.
Sementara itu, Sekretaris DPMDSos Barito Timur, Kristian Pantamei, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman aparatur desa terhadap sistem pengadaan berbasis regulasi, serta membekali mereka dengan informasi terkait manfaat dan kewajiban kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap kinerja administrasi, DPMDSos juga memberikan apresiasi kepada tiga desa tercepat dalam penginputan data aset tahun 2023, yaitu Desa Jaar, Desa Harara dan Desa Telang Baru. Diharapkan penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi desa lainnya untuk lebih tertib dalam pengelolaan aset dan keuangan.
"Dengan posisi strategis Barito Timur sebagai pintu gerbang menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerintah daerah berharap desa-desa mampu menerapkan prinsip-prinsip pengadaan yang baik dan menjadikan perlindungan ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari tata kelola pemerintahan desa yang modern dan profesional," tandas Kristian. (AGUSTINUS BOLE MALO/Y)









