BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan bersama Instalasi Kebidanan dan Perinatologi RSUD Hanau menggelar kegiatan Rapat Sosialisasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).
Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat RSUD Hanau, Selasa, 8 Juli 2025 sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan layanan kesehatan neonatal.
Direktur RSUD Hanau, dr. Atet Kurniadi, melalui Humas RSUD Hanau, Slamet Ariyadi menjelaskan SHK merupakan pemeriksaan penting untuk mendeteksi gangguan fungsi tiroid bawaan pada bayi baru lahir.
Dengan skrining yang tepat waktu, gangguan ini bisa segera ditangani sehingga tumbuh kembang anak tetap optimal.
“Hipotiroid kongenital yang tidak terdeteksi dan diobati dini dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental, serta gangguan pertumbuhan,“ ujarnya.
--page
Melalui kegiatan ini, diharapkan para tenaga kesehatan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam alur pelaksanaan SHK dan mampu memberikan edukasi yang tepat kepada orang tua.
“Deteksi dini dan pengobatan yang tepat pada hipotiroid kongenital dapat mencegah dampak buruk pada perkembangan anak. Karena setiap detik setelah kelahiran begitu berharga untuk masa depan anak-anak kita,“ tandasnya. (FAHRUL/Y)









