BORNEONEWS, Palangka Raya — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan bahwa harga emas saat ini mengalami pergerakan yang fluktuatif, seiring dengan dinamika pasar global dan kondisi ekonomi nasional.
Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, menjelaskan bahwa kenaikan dan penurunan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, tingkat inflasi, serta ketidakpastian ekonomi global yang membuat emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati.
“Harga emas naik turun dipengaruhi oleh sentimen global dan kondisi ekonomi dalam negeri. Masyarakat perlu cermat membaca situasi sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Yuliansah, Senin, 14 Juli 2025.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berinvestasi emas dan tetap memperhatikan aspek risiko serta memilih saluran pembelian yang resmi dan terpercaya.
BI katanya terus memantau perkembangan pasar komoditas, termasuk emas, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perencanaan keuangan jangka panjang.
--page
"Fluktuasi harga adalah hal wajar dalam pasar komoditas. Yang penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pemahaman yang cukup untuk mengelola keuangan dan memilih instrumen investasi sesuai kebutuhan,” tambahnya. (MARINI/Y)









