BORNEONEWS, Palangka Raya — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa pihaknya secara aktif memantau perkembangan harga telur ayam sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi di daerah.
Menurutnya, telur ayam merupakan salah satu komoditas bahan pokok yang memiliki kontribusi signifikan terhadap inflasi, sehingga fluktuasi harganya harus diwaspadai. Pemantauan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi di tingkat lokal.
“Harga telur ayam menjadi perhatian karena memiliki dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga. Kami terus memantau pergerakan harganya agar tetap terkendali,” ujarnya, Senin, 14 Juli 2025.
Ia menambahkan, Bank Indonesia bersinergi dengan pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga, termasuk dengan melaksanakan program-program seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), penguatan distribusi, serta dukungan terhadap pelaku usaha peternakan.
“Upaya menjaga kestabilan harga pangan seperti telur ayam menjadi bagian penting dari strategi pengendalian inflasi yang berkelanjutan,” tambahnya.
--page
Pihaknya juga terus mendorong penguatan produksi lokal dan memperkuat koordinasi lintas sektor, untuk memastikan ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. (MARINI/y)









