BORNEONEWS, Palangka Raya — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, menegaskan pentingnya promosi pariwisata yang terintegrasi dengan pengembangan produk lokal sebagai upaya memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Yuliansah menyebut bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi di Kalimantan Tengah.
Namun, menurutnya, kekuatan sektor ini akan lebih optimal jika dibarengi dengan pelibatan pelaku UMKM lokal, terutama yang memproduksi kerajinan, kuliner, dan produk budaya khas daerah.
“Kami mendorong agar promosi wisata tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga menonjolkan kekayaan produk lokal. Ini akan memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat citra Kalimantan Tengah sebagai daerah yang kaya budaya dan potensi ekonomi,” ujar Yuliansah, Rabu 16 Juli 2025.
Bank Indonesia, lanjutnya, siap berperan aktif melalui berbagai program seperti pelatihan UMKM, pembukaan akses pasar, serta dukungan pembiayaan inklusif. Sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas lokal juga dinilainya menjadi kunci keberhasilan strategi ini.
Yuliansah juga mengungkapkan bahwa promosi berbasis produk lokal akan menciptakan efek ganda, yakni meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menciptakan peluang kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
“Ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi tentang kebangkitan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tegasnya. (MARINI/y)









