BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Masyarakat dalam Kota Kuala Kapuas masih menjadikan feri penyeberangan sebagai favorit untuk mempersingkat perjalanan terutama bagi kendaraan roda dua tujuan Banjarmasin.
Ismi (22), warga Kuala Kapuas yang biasa bepergian dengan jasa ini mengungkapkan bahwa efisiensi tenaga, waktu dan biaya menjadi pertimbangan dirinya.
"Daripada memutar agak jauh, lebih baik kita pilih jasa feri penyeberangan ini. Waktu dan biaya bahan bakar sebenarnya kurang lebih, namun yang pasti kita agak santai sambil menikmati pemandangan dan angin segar, " ungkapnya kepada Borneonews, Rabu, 16 Juli 2025.
Perbandingan waktu dan bahan bakar sebenarnya tidak terlalu jauh, namun sejenak santai sambil menikmati pemandangan Sungai Kapuas menjadi alasan tersendiri bagi Ismi.
Setiap hari kendaraan roda dua berjejer di dermaga yang berlokasi di Pasar Ikan Jalan Mawar, Kuala Kapuas ini. Dengan menggunakan perahu kayu berukuran sedang, beriringan motor terparkir rapi, sementara pengendara menunggu santai dengan duduk di atas kendaraannya, maupun di tempat duduk yang disediakan.
"Untuk tarif kendaraan roda dua dikenakan Rp. 3 ribu tiap sekali menyeberang dan sudah lama tidak berubah tarifnya. Kalau naik pastilah banyak protes, karena mereka rutin pakai feri," ucap Wawan, salah satu pedagang di dermaga.
Untuk diketahui lokasi penyeberangan sungai di Kuala Kapuas terbagi menjadi empat titik yaitu Feri penyeberangan di dekat Pasar Ikan, Jalan Mawar, kedua di kawasan Ujung Murung dekat Mako Satpolairud Polres Kapuas, ketiga feri penyeberangan Jalan Kapuas Kampung Negara Kapuas dan feri penyeberangan Pasar Sabtu Kapuas. Menurut keterangan warga sekitar jasa feri penyeberangan tidak pernah sepi penumpang. (SABRIANOOR/H)









