PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalteng masih terkendali hingga saat ini.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Monitoring Situasi Terkini Penanganan Karhutla Tahun 2025 yang dipimpin Menteri LHK Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, didukung penuh oleh Forkopimda Provinsi, Forkopimda Kabupaten/Kota se-Kalteng, serta seluruh elemen masyarakat, berkomitmen memperkuat mekanisme rutin pengendalian Karhutla melalui pembentukan Satgas Pengendali Karhutla Provinsi dan pengaktifan Posko serta Pos Lapangan,” tegas Gubernur Agustiar di Palangka Raya, Senin, 28 Juli 2025.

Ia menjelaskan bahwa pola penanganan difokuskan pada pemadaman dalam satu hari terhadap setiap kejadian kebakaran. Jika evaluasi mingguan menunjukkan eskalasi, Pemprov siap menetapkan status darurat dan meminta bantuan operasi udara kepada BNPB.

Saat ini, sebanyak 77 Pos Lapangan telah diaktifkan sejak 11 Juni hingga 8 Oktober 2025 di 52 kecamatan berisiko tinggi. Sebanyak 697 personel diterjunkan, terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Para personel ini bertugas melakukan patroli rutin, sosialisasi, pengecekan sarana pendukung, hingga pemadaman dini. Poslap dan Satgas dibentuk sesuai dengan Permen LHK Nomor P.32/2016 dan Inpres Nomor 3 Tahun 2020.

“Dengan keberadaan Satgas dan Posko yang aktif sepanjang tahun, maka upaya pengendalian dan penanggulangan Karhutla tetap berjalan maksimal, meskipun tanpa penetapan status siaga darurat,” ujar Agustiar. (HERMAWAN DP/H)