BORNEONEWS, Sampit - Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Ahmad Syaifudi meminta kepada guru agar rutin mengingatkan siswa untuk menjauhi narkoba, tindakan kriminal, dan pergaulan bebas.
“Sesuai deklarasi negara kita, kita perang terhadap narkoba. Guru jangan pernah berhenti dan malas untuk mengingatkan anak-anak kita tentang bahaya narkoba. Jangankan memakai mendekati saja tidak boleh,” kata Ahmad Syaifudi, Minggu (30/10/2016).
Perkembangan teknologi dewasa ini juga memiliki berbagai dampak, baik positif dan juga negatif. Jika salah dalam memanfaatkannya, bukan tidak mungkin kemajuan teknologi itu justru mengarah ke hal-hal negatif. Sebab pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba bisa mengancam kesehatan dan masa depan para pelajar.
“Bangun karakter dan lebih giat belajar agar menjadi generasi penerus bangsa yang berguna. Tuntut ilmu setinggi-tingginya, bahkan kalau bisa sampai jenjang perguruan tinggi,” katanya.
Pemerintah kata Syaifudi, memiliki cita-cita yang luhur dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Pihaknya menginginkan kualitas pendidikan di seluruh kecamatan bisa merata, tidak ada kesenjangan dalam hal memperoleh pendidikan.
Peredaran obat-obatan terlarang seperti zenith, sabu-sabu dan obat-obatan lainnya marak di Kabupaten Kotim. Parahnya, obat-obat terlarang yang dapat merusak generasi bangsa tersebut sudah masuk ke semua lini, tidak terkuali kalangan pelajar.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi mengatakan, permasalahan yang dihadapai bangsa saat ini adalah narkoba. Masalah ini harus mendapat perhatian semua pihak terutama kalangan pendidik agar berperan aktif mengawasi siswanya agar tidak terlibat narkoba.
Menangani kasus narkoba memang diperlukan kebersamaan. Sebab, orang yang telah kecanduan narkoba sulit dipulihkan. Karena itu para guru dan pembina sekolah harus menjaga para siswanya agar terhindar dari barang mematikan tersebut.
“Dalam setiap kesempatan kami tidak bosan-bosan mengingatkan anak didik kami agar tidak terjerumus narkoba. Bukan hanya kepada siswa tapi juga gurunya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi. (RAFIUDIN/m)








