BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bupati Kapuas, M. Wiyatno, menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memprioritaskan pembangunan desa. Dalam arahannya, Bupati kembali menegaskan kebijakan strategis berupa alokasi anggaran Rp1 miliar per tahun untuk setiap desa dan kelurahan. Kebijakan ini diberlakukan di luar Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dan akan berjalan selama lima tahun masa kepemimpinannya. Hal ini disampaikannya dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Kapuas Tengah, Selasa, 5 Agustus 2025.
"Dengan anggaran sebesar itu, setiap desa dapat tertata dengan baik asalkan penggunaannya tepat sasaran. Di tahun-tahun awal, prioritas anggaran akan difokuskan pada perbaikan jalan serta sarana dan prasarana desa," ucap Bupati.
Beliau juga mengajak para tokoh adat seperti demang dan mantir untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan, termasuk dalam penamaan dan desain bundaran baru di Kecamatan Pujon.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan perangkat daerah. Beliau meminta agar semua usulan pembangunan, baik yang bersumber dari APBD kabupaten, provinsi, maupun pusat, dikoordinasikan melalui kepala desa. Hal ini untuk memastikan bahwa kepala desa mengetahui setiap program dan bantuan yang masuk ke wilayahnya, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap struktur pemerintahan desa.
M. Wiyatno juga menekankan peran kepala desa sebagai pemimpin tertinggi di wilayahnya masing-masing. Oleh karena itu, kepala desa harus didukung penuh oleh pemerintah kabupaten. Sinergi ini dianggap krusial untuk mendorong percepatan pembangunan dan penanganan berbagai masalah sosial, seperti stunting, kesehatan, dan pendidikan di tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan program strategis lainnya, yaitu rencana pembangunan transmigrasi lokal. Program ini ditujukan bagi masyarakat di lima kecamatan yang terdampak banjir. Tujuannya adalah untuk mengubah pola hidup warga dari yang semula hanya mengandalkan ikan menjadi pertanian produktif, sehingga bisa memiliki kehidupan yang lebih layak.
"Saya optimis bahwa Kabupaten Kapuas dapat menjadi salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan Tengah. Keyakinan ini didukung oleh keberhasilan panen raya di beberapa desa, seperti Terusan, Tamban Catur, Lumpak, hingga Kapuas Timur, yang berhasil menggarap ribuan hektar lahan. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian di Kapuas," tuturnya.
Bupati juga mengajak seluruh kepala desa untuk berperan aktif dalam mengawasi fasilitas pendidikan dan kesehatan. Beliau meminta kepala desa untuk melaporkan jika ada fasilitas yang rusak atau tenaga guru dan medis yang tidak aktif. Hal ini sebagai upaya untuk memastikan hak dan kewajiban berjalan seimbang, demi terciptanya kualitas layanan publik yang lebih baik di setiap desa. (SABRIANOOR/y)









