PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka mendukung penanganan Karhutla, GAPKI Kalteng telah membentuk tim tanggap darurat di setiap perusahaan anggota. Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang menyebut bahwa tim ini dilengkapi dengan alat pemadam dan pelatihan teknis.

“Setiap perusahaan wajib memiliki tim yang siap siaga 24 jam. Ini bagian dari komitmen kami terhadap lingkungan,” ujar Rawing dalam rilisnya pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Ia menambahkan bahwa GAPKI juga telah mengadakan simulasi penanganan kebakaran.

Rawing menyebut bahwa koordinasi dengan satgas daerah sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penanganan.

“Kami ingin semua bergerak dalam satu komando,” katanya.

Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa situasi Karhutla di Kalteng masih terkendali, namun tetap memerlukan kesiapsiagaan tinggi. Ia mengapresiasi peran swasta dalam memperkuat sistem respons.

Saiful Panigoro menegaskan bahwa GAPKI akan terus memperbarui protokol tanggap darurat sesuai perkembangan situasi dan teknologi.

“Kami tidak ingin lengah, karena satu titik api bisa meluas dengan cepat,” ujar Saiful.

Rawing menutup dengan ajakan kepada seluruh perusahaan sawit untuk menjadikan penanganan Karhutla sebagai prioritas utama.

“Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga warisan lingkungan untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/y)