BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan edukasi keuangan yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah dilaksanakan di Pangkalan Bun baru-baru ini dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM) yang jatuh setiap 20 Agustus berlanjut dengan sesi pemaparan dari berbagai narasumber.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan pentingnya pengelolaan keuangan dan kebiasaan menabung sejak dini sebagai fondasi perilaku finansial yang sehat di masa depan.
“Sebagai bentuk komitmen terhadap inklusi keuangan, OJK juga menyerahkan Buku Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya (Pedoman SETARA) kepada perwakilan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kalimantan Tengah,“ kata Primandanu dalam rilisnya pada Sabtu, 9 Agustus 2025.
Langkah ini bertujuan memperluas aksesibilitas layanan keuangan bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat menikmati hak yang sama dalam sistem keuangan nasional.
Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah turut berkontribusi dalam kegiatan ini dengan menyampaikan materi bertajuk “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.” Materi tersebut bertujuan membangun rasa memiliki terhadap mata uang negara serta mendorong masyarakat, khususnya pelajar, untuk menggunakan transaksi keuangan yang aman dan sah.
Kegiatan edukatif ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga interaktif. Para peserta, yang terdiri dari pelajar termasuk penyandang disabilitas, diberikan ruang untuk berdialog langsung dengan para narasumber. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan seputar strategi menabung, pentingnya memiliki rekening pribadi, serta cara mengenali produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pelajar.
Antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap literasi keuangan.
“Hal ini menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dan lembaga keuangan dalam membentuk generasi yang melek finansial dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak,“ tutur Primandanu lagi.
Melalui kegiatan ini, OJK dan BI memperkuat sinergi lintas lembaga dalam mendorong inklusi keuangan yang menyeluruh.
“Dengan pendekatan yang inklusif dan edukatif, diharapkan seluruh pelajar di Kalimantan Tengah, tanpa terkecuali, dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas dan mandiri secara finansial,“ terangnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









