PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Hap Baperdu, menyoroti dampak musim kemarau yang berpotensi menurunkan produktivitas buah lokal dan sektor pertanian. 

Menurutnya, kondisi ini menjadi perhatian serius DPRD karena dapat memengaruhi ketersediaan pangan serta perekonomian masyarakat.

Hap menjelaskan, kekeringan yang terjadi akibat musim kemarau dapat mengurangi ketersediaan air untuk irigasi, membuat tanaman mengalami stres panas, dan menurunkan hasil panen.

“Jika hal ini dibiarkan, maka akan berpengaruh langsung pada pasokan pangan dan pendapatan petani,” ujarnya, Minggu, 10 Agustus 2025.

Ia menambahkan, selain berdampak pada kuantitas hasil panen, musim kemarau juga berpotensi menurunkan kualitas buah dan komoditas pertanian lainnya. Hal ini pada akhirnya dapat menekan harga jual dan merugikan pelaku usaha tani.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Hap mendorong pemerintah kota bekerja sama dengan instansi terkait dalam menyediakan solusi jangka pendek dan jangka panjang. Misalnya, optimalisasi sumber air alternatif, bantuan pompa air, hingga program irigasi berkelanjutan yang bisa dimanfaatkan petani saat musim kemarau.

Politisi PSI ini juga meminta adanya sosialisasi kepada petani mengenai teknik budidaya tahan kekeringan serta pemilihan varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap cuaca panas. 

“Pendampingan teknis bagi petani penting agar dampak musim kemarau bisa diminimalisir,” tegas Hap.

Ia menegaskan, pihaknya dari komisi II akan terus memantau situasi ini dan mendorong kebijakan yang berpihak pada sektor pertanian, agar ketahanan pangan daerah tetap terjaga meski menghadapi tantangan perubahan iklim. (MARINI/H)