BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah bersama Bank Indonesia (BI) Kalteng menggelar kegiatan edukasi keuangan kepada 1.250 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian orientasi mahasiswa baru yang berlangsung selama empat hari, dengan sesi terakhir diisi oleh kolaborasi antara OJK dan BI Kalteng.
Kepala Bagian PEPK dan LMSt OJK Kalteng, Andrianto Suhada, menyampaikan bahwa edukasi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan yang baik dan aman.
“Mahasiswa baru ini masih polos dan banyak yang belum memahami tips dan trik memilih produk keuangan yang sehat. Karena itu, kami tekankan prinsip 2L: Legal dan Logis,” kata Andrianto pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Andrianto menjelaskan bahwa prinsip 2L menjadi fokus utama dalam sesi edukasi tersebut. Legal berarti produk keuangan yang digunakan harus terdaftar dan diawasi oleh lembaga resmi seperti OJK atau BI.
"Sementara Logis mengacu pada kewaspadaan terhadap penawaran yang terlalu menggiurkan atau tidak masuk akal, yang sering kali menjadi pintu masuk ke tindak kejahatan keuangan," jelasnya.
Selain memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan pribadi, OJK juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah tergiur oleh investasi bodong, pinjaman online ilegal, atau skema keuangan yang menjanjikan keuntungan instan.
"Edukasi ini diharapkan dapat membentuk perilaku finansial yang bijak dan tangguh sejak dini," tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Kapolda, dan Kepala Dinas Pendidikan, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda. Kehadiran para pejabat daerah memperkuat pesan bahwa literasi keuangan adalah bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.
Dengan antusiasme tinggi dari para peserta, OJK dan BI Kalteng menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan. Ke depan, OJK berkomitmen untuk terus memperluas edukasi ke berbagai lapisan masyarakat, agar semakin banyak individu yang mampu mengelola keuangannya secara cerdas dan terhindar dari risiko kejahatan finansial. (TESTI PRISCILLA/H)









