BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya literasi keuangan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anggota Gerakan Pramuka yang berkebutuhan khusus.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa edukasi keuangan sejak dini, seperti kebiasaan menabung, merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter finansial yang sehat.
“OJK Kalteng memandang pentingnya literasi keuangan bagi seluruh kalangan, termasuk anggota Gerakan Pramuka yang bersifat inklusif melibatkan Pramuka berkebutuhan khusus (penyandang disabilitas),” kata Primandanu pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Pernyataan tersebut sejalan dengan semangat nasional yang diusung dalam kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2025 yang digelar di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Keuangan RI, Bank Indonesia, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK). Tujuannya adalah mendorong kemandirian finansial bagi generasi muda, termasuk Pramuka penyandang disabilitas, sebagai calon penggiat ekonomi masa depan.
LIKE IT 2025 disinergikan dengan Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus Nasional (PPBK Nas) yang diikuti sekitar 3.000 peserta dari tingkat Penegak dan Pandega. Mereka merupakan pelajar dan pemuda usia 16 hingga 25 tahun, yang menjadi segmen prioritas dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021–2025. Dengan rentang usia yang mulai memasuki fase dewasa, para peserta diharapkan mampu memahami konsep pengelolaan keuangan dan menjadi bagian dari basis investor ritel yang kuat.
Dalam sesi Leaders Insight, para pemimpin lembaga keuangan nasional mengajak peserta untuk mulai merencanakan masa depan melalui kebiasaan menabung dan investasi.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menekankan bahwa menabung bukan hanya soal menyimpan uang, tetapi juga membentuk disiplin dan karakter tangguh.
“Menabung adalah bagian dari nilai kepramukaan yang melatih disiplin, hidup hemat, dan ketangguhan karakter,” katanya
OJK juga memperkenalkan Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya (Setara), sebagai bentuk komitmen dalam memastikan akses layanan keuangan yang aman dan nyaman bagi penyandang disabilitas. Langkah ini memperkuat pesan bahwa inklusi keuangan bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang menyasar kelompok rentan agar tidak tertinggal dalam pembangunan ekonomi.
Dengan dukungan dari pusat dan semangat lokal yang kuat, OJK Kalteng berharap literasi keuangan dapat menjadi bagian integral dari pembinaan Pramuka di daerah.
“Melalui pemahaman dasar seperti kebiasaan menabung, Pramuka diajak untuk memahami nilai-nilai pengelolaan keuangan yang sehat,” tutup Primandanu.
Upaya ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda Kalimantan Tengah yang cerdas finansial dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi inklusif. (TESTI PRISCILLA/H)









