PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda, Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah (KOJK Kalteng) menggelar kegiatan edukasi keuangan bagi mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya (UPR) Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di kampus UPR sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

PKKMB merupakan program tahunan yang dirancang untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan sistem pendidikan tinggi yang berbeda dari jenjang sebelumnya. Melalui program ini, mahasiswa diperkenalkan pada kurikulum, budaya akademik, serta kebijakan pendidikan terkini, termasuk transformasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka menjadi Kampus Berdampak. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat mengoptimalkan peluang dan siap menghadapi tantangan selama masa studi.

Selain aspek akademik, PKKMB juga menekankan pentingnya pembekalan keterampilan hidup, termasuk pengelolaan keuangan pribadi. Mahasiswa baru dibimbing untuk memahami cara mengatur uang saku, menyusun anggaran bulanan, menerapkan pola hidup hemat, serta menghindari utang konsumtif. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian dan kedisiplinan finansial sejak dini.

Dalam sesi edukasi keuangan, KOJK Kalteng menghadirkan R. Arvin Jazmi Adhyaksa, Asisten Manajer Senior Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, sebagai narasumber utama. Arvin menyampaikan materi mengenai pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, serta tugas dan fungsi strategis OJK dalam menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.

Arvin juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal yang kerap menyasar kalangan muda. Ia menjelaskan berbagai modus yang digunakan oleh pelaku keuangan ilegal dan langkah-langkah preventif yang dapat diambil oleh mahasiswa untuk melindungi diri.

“Literasi keuangan bukan hanya soal menabung, tetapi juga soal mengenali risiko dan membuat keputusan finansial yang bijak,” kata Arvin dalam rilisnya pada Sabtu, 15 Agustus 2025.

Lebih lanjut, mahasiswa dibekali panduan praktis mengenai pengelolaan keuangan yang sehat. Materi mencakup strategi menyusun anggaran, menetapkan prioritas pengeluaran, serta mengenal instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko mahasiswa. Arvin menekankan bahwa kebiasaan finansial yang baik akan menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan studi dan kehidupan mandiri di masa depan.

Kegiatan edukasi ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Banyak mahasiswa mengaku baru menyadari pentingnya perencanaan keuangan sejak awal masa kuliah. Mereka juga mengapresiasi pendekatan interaktif yang digunakan oleh KOJK Kalteng dalam menyampaikan materi, sehingga lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KOJK Kalteng berharap dapat terus memperluas jangkauan literasi keuangan di lingkungan kampus. Kolaborasi antara lembaga keuangan dan institusi pendidikan dinilai krusial dalam membentuk generasi muda yang cerdas finansial, tangguh menghadapi tantangan ekonomi, dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah. (TESTI PRISCILLA/H)