PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam memperluas literasi keuangan di kalangan generasi muda, termasuk anggota Gerakan Pramuka.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa edukasi keuangan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk Pramuka berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.

Menurut Primandanu, pemahaman dasar seperti kebiasaan menabung merupakan langkah awal yang penting dalam membentuk perilaku finansial yang sehat.

“Melalui kebiasaan sederhana seperti menabung, Pramuka diajak untuk memahami nilai-nilai pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Borneonews pada Sabtu, 16 Agustus 2025.

Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, OJK Kalteng siap berkoordinasi dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Tengah untuk mengintegrasikan edukasi keuangan dalam program kepramukaan. Salah satu bentuknya adalah melalui implementasi Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Penabung dan Cakap Keuangan yang akan menjadi bagian dari pembinaan anggota Pramuka.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi keuangan, tetapi juga memperkuat nilai inklusivitas dalam kegiatan Pramuka. Dengan melibatkan Pramuka berkebutuhan khusus, OJK Kalteng ingin memastikan bahwa edukasi keuangan dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
Kolaborasi antara OJK dan Kwarda Kalteng ini dinilai strategis dalam membentuk generasi muda yang melek finansial dan siap bersaing di masa depan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan Pramuka Kalteng yang tidak hanya cakap secara keuangan, tetapi juga memiliki daya saing dan kepedulian sosial,” tambah Primandanu.

Langkah ini sejalan dengan visi nasional menuju Indonesia Emas 2045, literasi keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya. OJK Kalteng pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung gerakan literasi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) yang digagas oleh Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK). Rangkaian acara LIKE IT 2025 diselenggarakan secara bergantian oleh Lembaga anggota FK-PPPK dan dapat menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk dapat belajar memahami produk dan layanan keuangan yang aman dan terukur.

Sebagaimana ditambahkan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar bahwa capaian literasi keuangan Indonesia sebesar 66,40 persen merupakan lompatan besar sekaligus menempatkan kita sejajar dengan negara-negara maju.

”Namun ke depan, fokus kita adalah meningkatkan kualitas literasi agar masyarakat tidak hanya mengenal produk keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak serta terlindungi dari risiko pinjaman dan investasi ilegal,” kata Mahendra. (TESTI PRISCILLA/H)