BORNEONEWS, Sampit - Komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam pembinaan dan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia mendapat apresiasi dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
"Kami berterima kasih atas apresiasi ini. Kami memang terus berusaha meningkatkan pembinaan dalam hal Bahasa Indonesia dan bahasa daerah," ujarnya Kepala Dinas Pendidikan Kotim Muhammad Irfansyah, Senin, 18 Agustus 2025.
Keseriusan Dinas Pendidikan dalam pembinaan dan pengembangan bahasa ini berbuah sinergi dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Salah satu wujudnya adalah kegiatan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim yang digelar pada 11 hingga 14 Agustus 2025 lalu.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan guru dan tenaga kependidikan ini menghadirkan narasumber berkompeten dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi guru dan tenaga kependidikan dalam mengajarkan Bahasa Indonesia kepada peserta didik. Tujuannya, agar kemampuan peserta didik dalam berbahasa Indonesia semakin meningkat.
Dinas Pendidikan Kotim terus mendorong penguatan kemampuan berbahasa Indonesia, sesuai dengan slogan "Bangga, mahir dan maju dengan Bahasa Indonesia".
Atas dedikasi tersebut, Dinas Pendidikan Kotim menerima piagam penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah atas dukungan dan partisipasi aktif dalam upaya peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia bagi guru dan tenaga kependidikan.
Penghargaan diserahkan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, kepada Muhammad Irfansyah, disaksikan oleh puluhan peserta kegiatan. Penghargaan ini disambut gembira sebagai simbol apresiasi terhadap insan pendidikan di Kotim.
Irfansyah menegaskan komitmen Dinas Pendidikan untuk terus mendukung pembinaan dan pengembangan bidang bahasa.
"Kami akan terus mendorong dan mendukung pembinaan dan pengembangan bidang bahasa. Kita utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing," pungkasnya. (DEVIANA/H)









