SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memeriahkan Sampit Trade Expo 2025 dengan mengangkat tema "Tujuh Kebiasaan Baik Anak Indonesia". Inisiatif ini bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai positif dan membentuk karakter unggul pada generasi muda.

"Kami berharap dengan adanya pameran yang diisi oleh rekan-rekan dari pihak sekolah, baik dari SMP, SD dan TK bisa menampilkan kerajinan-kerajinan mereka," kata Kepala Disdik Kotim, Mohammad Irfansyah, Selasa, 26 Agustus 2025.

Ia menambahkan bahwa partisipasi sekolah-sekolah ini sangat penting untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam pendidikan.

Selain menampilkan hasil karya siswa, Disdik Kotim juga memamerkan berbagai kegiatan dan prestasi yang diraih oleh siswa dan guru. 

"Dinas Pendidikan juga menampilkan bermacam kegiatan-kegiatan yang ada di deskripsi kemudian hasil dari lomba-lomba siswa, guru, serta kerajinan dan keterampilan lainnya semua ditampipakan di stan kita," jelas Irfansyah.

Ia menjelaskan tema tujuh kebiasaan baik anak Indonesia dipilih karena relevansinya dalam membentuk karakter anak-anak sejak usia dini. 

Program-program yang mengadopsi prinsip-prinsip tersebut bertujuan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. 

"Jadi, kegiatan ini juga bisa mempromosikan tentang tujuh kebiasaan baik anak Indonesia. Dengan menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif ini, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, kreatif, dan berdaya saing tinggi," ujarnya. (DEVIANA/y)