BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BNN Kota Palangka Raya M Soedja'i mendatangi rumah berkonstruksi kayu di Jalan Banteng 19, No 4, RT 04, RW 06, atau sekitar 1 Km dari Jalan Mahir Mahar lingkar luar, Palangka Raya, Jumat (4/11/2016) sore. Dia didampingi jajarannya bersama fasilitator Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitas Komponen Masyarakat Deputi Rehabilitasi BNN Syaiful.

Kedatangannya untuk melakukan pengecekan rumah yang menjadi tempat rehabilitasi pecandu narkoba maupun obat daftar G dengan nama rehabilitasi Pambelum. Sehari sebelumnya, mereka juga mendatangi dua tempat rehabilitasi baru lainnya yakni Al-Ikhlas di Jalan Ramin II dan Baitul Insan di Jalan Trans Palangka Raya - Buntok.

Menurut Syaiful, kunjungannya ke Kota Cantik untuk pembinaan tekhnis terhadap lembaga rehabilitasi. Tujuannya untuk meningkatkan mutu pelayanan. Namun dari hasil pengecekan, dia menilai sarana dan prasarana tiga tempat rehabilitasi itu masih kurang.

"Tapi yang terpenting niatnya dulu. Nanti secara berangsur akan terjadi peningkatan," katanya.

Sementara itu, Manajer Program Rehabilitasi Pambelum Pdt Suandi Pardede mengatakan, tempat rehabilitasi itu baru berdiri sekitar enam bulan. Selama kurun waktu itu, sudah ada dua orang anak dibawah umur berstatus siswa SMA yang menjalani rehabilitasi. Semua kecanduan obat daftar G jenis Zenith.

Namun dari dua orang itu, satu di antaranya sudah keluar. Sisanya diketahui berinisial Be, 17. Menurutnya, rumah tersebut mulanya sebagai pelayanan penjangkauan atau menjangkau anak-anak jalanan yang tersangkut narkoba. Pada akhirnya muncul pemikiran dijadikan tempat rehabilitasi mengingat sangat efektif jika para pecandu itu dibina.

"Mereka di sini selama enam bulan. Jadi selama di sini, mereka memang tidak sekolah. Ini sesuai permintaan orang tuanya," ucap Suandi.

Alasan tidak sekolah karena untuk mencegah kembalinya mereka dalam penggunaan Zenith. "Kalau nanti keluar, orang tua takutya terkontaminasi lagi. Sebab, apa yang dilakukan oleh mereka akibat pengaruh lingkungan. Sehingga mereka di sini terus," tuturnya. (BUDI YULIANTO/m)