BORNEONEWS, Katingan - Dua siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Tewang Sangalang Garing (TSG), Katingan, Kalimantan Tengah, kedapatan mabuk zenith (carnopen) saat pihak Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Katingan, TP PKK, BPAKB, Pol PP dan Sat Narkoba Polres Katingan menggelar razia dan sosialisasi, Senin (7/11/2016). Dua siswa yang 'takatek' (mabuk zenith, Katingan), itu bernama J (15), kelas X atau kelas 1, dan M (16) kelas XI.
Saat razia obat-obatan terlarang, dan peredaran narkoba itu kondisi J tengah mabuk berat. Selain mata yang bersangkutan memerah, kondisi tubuh J ini juga lunglai. Pun demikian dengan kondisi dari M yang juga takatek. Saat itu juga J dan M langsung diamankan oleh pihak Sat Pol PP untuk dibawa ke ruangan bimbingan konseling (BK) sekolah itu.
Tak hanya itu Pol PP juga menemukan dua butir carnopen (zenith) yang belum sempat ditenggak oleh M. Dua butir zenith itu sengaja dibuang ke luar ruangan saat ia mengetahui ada razia. Namun Pol PP berhasil mengamankan dua butir zenith ini di bawah jendela sekolah. Di tas M, Pol PP juga mengamankan sebungkus rokok dan korek api.
"Ya, dalam razia ini hanya ditemukan dua siswa yang terkontaminasi zenith. Kita sudah interogasi keduanya, tapi dari hasil pengakuannya tidak ada siswa lainnya yang mengkonsumsi zenith ini, hanya mereka berdua J dan M," kata Kepala Satpol PP Katingan, Pimanto.
Wakil Bupati Katingan, Sakariyas mengatakan, sosialisasi narkoba di SMA Negeri 1 Katingan Hilir ini adalah tugas pihaknya. "Ini sebagai tindak lanjut dari pemuda kita yang beberapa waktu lalu menggelar demo di DPRD terkait maraknya narkoba di wilayah kita ini, tapi kita menyayangkan sejauh ini belum ada apresiasi dari pemuda atas apa yang sudah kita lakukan ini," sebut Wakil Bupati Sakariyas yang juga Ketua BNK Katingan ini.
Orang nomor dua di Katingan ini juga menyayangkan adanya informasi bahwa ada sekolah yang keberatan untuk dilakukan sosialisasi narkoba ini. "Saya minta agar jangan ada sekolah yang protes terkait kegiatan kita ini, sebab sekarang Indonesia termasuk Kabupaten Katingan darurat narkoba," tegasnya.
Kepala SMA Negeri 1 TSG, Herie mengatakan jika pihaknya sejauh ini telah berupaya keras agar anak didiknya tidak memakai narkoba. Namun ternyata masih ada saja siswanya yang mengkonsumsi narkoba ini, meski jumlahnya hanya 2 orang siswa. "Anak didik kita dari kelas 1 sampai kelas 3 berjumlah 305 orang," katanya.
Usai dilakukan razia, seluruh siswa diminta berkumpul di halaman sekolah untuk dilakukan sosialisasi. Selain Ketua BNK Sakariyas, sosialisasi bahaya narkoba dan pendewasaan usia perkawinan ini juga dilakukan oleh Ketua TP PKK Katingan, Endang Susilawatie, kemudian Kepala BPAKB Meliasi, Kasat Pol PP Pimanto dan Kasat Narkoba Polres Katingan Iptu Gusnawardie. (ABDUL GOFUR/N).








