SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit melakukan langkah mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar berupa buaya muara di perairan Sungai Mentaya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan pemasangan spanduk ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat saat beraktivitas di sungai.

“Selain memasang spanduk, kami juga memberikan imbauan dan pengarahan kepada warga yang ditemui di lokasi,” ujarnya, Selasa, 9 September 2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama seorang anggota Manggala Agni Tri Askoko, dengan memasang empat buah spanduk peringatan dan imbauan di titik-titik rawan kemunculan buaya.

Warga setempat menyambut baik langkah tersebut karena merasa terbantu dalam meningkatkan kewaspadaan. “Dengan adanya spanduk ini, masyarakat menjadi lebih berhati-hati dan selalu ingat untuk waspada ketika beraktivitas di Sungai Mentaya,” tambah Muriansyah.

Pemasangan spanduk ini diharapkan dapat mengurangi potensi konflik manusia dengan buaya yang beberapa kali terjadi di wilayah perairan Kotim, sekaligus sebagai bagian dari upaya BKSDA dalam menjaga keselamatan warga dan kelestarian satwa liar. (DEWI PATMALASARI/H)