BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyatakan siap siaga menghadapi musim pancaroba yang diprediksi berlangsung mulai September hingga November 2025.
Kepala BPBD Kobar, Syahruni, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini Indonesia memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan. Musim hujan sendiri diperkirakan terjadi pada Desember 2025 hingga Februari 2026.
“Memang masih kemarau, tetapi cuaca ekstrem berupa hujan dan panas tidak menentu mulai dirasakan. Kondisinya masih aman, namun kami tetap siaga,” ujarnya, Selasa, 9 September 2025.
Syahruni melanjutkan, meningkatnya curah hujan berpotensi menimbulkan genangan di beberapa titik perkotaan, bukan hanya di sepanjang Sungai Arut, tetapi daerah rawan lainnya seperti di Jalan Iskandar, Madurejo (area jalan rumah makan sate ayayan).
“Jika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi, petugas kami siaga di posko. Kami siap melakukan penyedotan genangan air maupun penyemprotan gorong-gorong yang tersumbat,” tegasnya.
Selain kesiapan personel, BPBD Kobar juga mengajak masyarakat berperan aktif. Warga diminta rutin membersihkan saluran air di sekitar rumah agar tidak tersumbat dan memicu genangan.
“Kami mohon kerja sama masyarakat untuk menjaga kebersihan selokan. Bagi rumah yang genangannya sulit surut, harus lebih waspada terutama terhadap aliran listrik,” imbau Syahruni.
Ia berharap, dengan kesiagaan bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan potensi dampak buruk musim pancaroba dapat diminimalisir. (NURITA/y)









