BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah menegaskan pembangunan Sport Center di Pangkalan Bun tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026, tetapi juga diproyeksikan sebagai pusat olahraga berkelanjutan.
“Harapan kita, prestasi olahraga Kabupaten Kobar ini tidak hanya dikenal di ajang provinsi, tapi ke depan bisa gaungnya sampai nasional. Kawasan ini memang kita pusatkan untuk olahraga berkelanjutan, tidak berhenti di Porprov 2026 saja,” jelas Bupati saat peninjauan rencana pembangunan venue atau sarpras untuk Porprov 2026 di kawasan Sport Center, Sabtu, 13 September 2025.
Dalam peninjauan bersama dinas teknis dan pengurus KONI, Bupati menyampaikan bahwa sejumlah venue baru akan dibangun di kawasan Sport Center. Di antaranya lapangan sepak bola, gedung kolam renang, basket dan takraw.
“Selain itu, sarana panjat tebing di kawasan Pangkalan Bun Park juga akan kita lengkapi. Kalau standarnya ada 3 menara, sementara yang ada baru 1. Jadi akan kita bangun 2 menara lagi,” jelas Bupati.
Bupati menjelaskan dari hasil presentasi Dinas Teknis bersama konsultan, anggaran pembangunan sarana dan prasarana pendukung Porprov ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 25 miliar. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan awal yang dapat berubah sesuai kebutuhan di lapangan.
“Ini belum termasuk penyelenggaraan. Karena itu agenda provinsi, biasanya ada sharing dari provinsi juga. Yang jelas, kita sebagai tuan rumah harus menyiapkan sarana pendukung agar kegiatan bisa berjalan lancar,” tegas Bupati.
Bupati menambahkan, target penyelesaian pembangunan akan dikebut hingga 2026. Rencana anggaran sudah mulai dimasukkan dalam pembahasan KUA-PPAS untuk anggaran murni 2026.
“Setelah penetapan hasil evaluasi Gubernur paling lambat November, kita sudah lakukan lelang. Karena kita kejar kejaran dengan waktu agar semua sarpras atau venue sudah bisa tersedia sesuai arahan Gubernur pada bulan September 2026. Jadi kita kerja maraton,” jelas Bupati.
Bupati juga menegaskan pembangunan Sport Center akan tetap memperhatikan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas sarana yang dibangun.
"Dengan demikian, keberadaan venue tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat dan berbagai cabang olahraga dalam jangka panjang," jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/H)









